28 September 2007

Kesal Pada Suami, Istri Bakar Diri Bersama Anak

Jakarta, Kompas - Diduga hanya karena kesal ditegur suaminya, seorang ibu bernama Sariyati (22), warga Pondok Bambu, Jakarta Timur, nekat membakar diri sambil menggendong anaknya yang baru berusia sembilan bulan. Tragisnya, percobaan bunuh diri pada hari Senin (27/7) malam itu dilakukan di depan suaminya. Sampai Selasa malam, Sariyati dan anaknya, Agus Hariyanto yang masing-masing luka bakar cukup parah itu masih dirawat di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo.

Keterangan yang dihimpun Kompas menyebutkan, tindakan nekad Sariyati itu dipicu teguran suaminya, Suparyadi, yang meminta dirinya untuk berhemat dalam menggunakan uang belanja sehari-hari.

Kepala Kepolisian Sektor Metro Durensawit, Jakarta Timur Komisaris Suryadi membenarkan adanya kasus percobaan bunuh diri tersebut. "Karena luka-lukanya serius, mereka sekarang dirawat di rumah sakit," katanya.

Menurut informasi, Senin malam itu Suparyadi menegur istrinya untuk berhemat. Sebab, uang belanja yang dia berikan untuk membeli susu bagi anaknya, justru suka digunakan untuk belanja kebutuhan yang lain.

Mendapat teguran itu, Sariyati tampaknya kesal dan mengancam suaminya bahwa dia akan membakar diri. Awalnya, Suparyadi tidak menanggapi ancaman itu. Namun, sang istri benar-benar nekat untuk melaksanakan ancamannya.

Untuk melaksanakan niatnya, Sariyati kemudian membeli minyak tanah di warung terdekat. Sambil menggendong anaknya yang baru berusia sembilan bulan, Sariyati membeli minyak tanah sebanyak dua liter dari warung di dekat rumahnya.

Di depan suaminya, Sariyati yang sudah terlanjur kesal kemudian mengguyurkan minyak tanah yang baru dibelinya itu ke sekujur tubuhnya sambil tetap menggendong anaknya yang masih balita. Dengan cepat ia menyulutkan api yang segera membakar tubuhnya. Nyala api juga dengan cepat merambat ke tubuh Agus yang berada dalam gendongannya.

Melihat kejadian yang tak diduga-duga itu, Suparyadi berusaha bertindak cepat untuk menyelamatkan nyawa anaknya. Meski harus mengalami luka bakar di tangannya, akhirnya ia berhasil merebut Agus.

Setelah itu, Suparyadi segera berusaha memadamkan api yang masih membakar tubuh anaknya. Meskipun api berhasil dia padamkan, tak urung, anaknya itu mengalami luka bakar dan membutuhkan perawatan di rumah sakit.

Ke kamar mandi

Sementara Suparyadi sibuk menyelamatkan anaknya, Sariyati tampaknya mulai merasa kepanasan karena api membakar tubuhnya. Dengan tertatih-tatih ia berusaha lari ke kamar mandi untuk memadamkan api yang membakar tubuhnya.

Namun seperti anaknya, Sariyati juga mengalami luka bakar yang cukup parah hingga harus membutuhkan perawatan di rumah sakit.

Sariyati dan bayinya segera dilarikan ke Rumah Sakit Yadika. Keduanya kemudian dipindah ke RSCM untuk mendapatkan perawatan yang lebih intensif.

Di RSCM, Sariyati dirawat di ruang perawatan luka bakar. Menurut petugas rumah sakit, Sariyati baru saja masuk ke ruang perawatan luka bakar pada Selasa sore.

Upaya Kompas untuk menemui Sariyati atau keluarganya tak berhasil karena ia dirawat di ruang isolasi.

Belum dimintai keterangan

Sejauh ini, polisi belum bisa meminta keterangan dari korban maupun keluarganya. "Kami belum bisa mencari keterangan secara rinci mengenai kasus itu. Korban masih dirawat," kata Suryadi.

Upaya mengakhiri hidup dengan cara membakar diri juga pernah dilakukan Ronald Tambunan (27), sopir mikrolet jurusan Citeurep-Kampung Rambutan, Minggu (27/6) lalu

Menurut catatan Kompas, Tambunan nekat membakar diri karena tidak tahan menderita asma dan tuberkulosis sejak lima tahun lalu. Tindakan nekat itu dia lakukan di dalam rumah kontrakannya di Jalan Masjid Al-Ikhlas, Jatijajar, Depok, ketika semua penghuni sedang keluar rumah. Seorang tetangga berusaha menyelamatkannya, tetapi gagal.

Beberapa minggu sebelumnya, Cornelia Siregar (23), juga nekat mengakhiri hidupnya secara tragis dengan membakar diri dengan minyak tanah. Perbuatan nekat itu dilakukan di kamar mandi tempat tinggalnya di Desa Cimandala, Kabupaten Bogor.

Bunuh diri dengan membakar diri juga dilakukan Afriyadi (20). Nyawanya tidak dapat diselamatkan setelah sempat dirawat di RSCM, Jumat (6/2). Pedagang kaki lima itu membakar diri di rumah kosnya di Jalan kebon Kosong Gang 14, Kemayoran, Jakarta Pusat. Diduga, ia stres ditinggal pacarnya, (*/RAY)
Sumber : KOMPAS

Tidak ada komentar: